Aturan Pembatasan Impor Berpotensi Lemahkan Daya Saing Produk Dalam Negeri dan Mempersulit Pelaku Industri

Jakarta, PAKAR BERITA – Peraturan larangan impor (lartas) yang ketat yang mulai berlaku pada 10 Maret 2024 berpotensi melemahkan daya saing produk dalam negeri.

Selain melemah, larangan impor yang ketat tersebut akan mempersulit pengusaha lokal mendapatkan bahan baku untuk produksinya.

Ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Perdagangan (Permendag) Nomor 3 Tahun 2024 memuat tiga ketentuan hukum yang menyulitkan pelaku industri dalam negeri, kata Hasran, peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), dalam keterangan resminya. pernyataan Selasa 9 April 2024

Baca Juga: Nama Jalan di Kota Semarang Kolonial Belanda Salah satu jalan tersebut kini bernama Pasar

Pertama, jumlah Harmonized System (HS) yang masuk ke lartas meningkat lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Kedua, perubahan pengawasan impor lintas batas menunjukkan akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen impor sebelum masuk daerah pabean.

Ketiga, Dokumen Akhir yang sebelumnya hanya digunakan untuk Laporan Studi (LS) kini diperluas mencakup LS dan Persetujuan Impor (PI).

Baca juga: Boruto dan Tinju Lembut; Jutsu Warisan Hyuga; Potensi tersembunyi

Ketiga aturan baru ini disebut-sebut akan mempersulit pengusaha lokal mendapatkan bahan baku produksinya.

Banyak dunia usaha diperkirakan akan terkena dampaknya.

Ini termasuk elektronik; obat tradisional, kosmetik dan perlengkapan rumah tangga; produk tekstil; tas sepatu mainan hidrofluorokarbon (HFC); Bahan Kimia Termasuk plastik dan besi dan baja.

Baca Juga: Resep Kari Ayam Lebaran Hidangan wajib dengan santan saat Idul Fitri

Bukannya melindungi pemain hulu lokal. Ketentuan ini akan membuat input industri hilir menjadi mahal.

Pada akhirnya, produk yang dihasilkan menjadi kurang kompetitif dari segi harga dan kualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *