Aturan Seragam Sekolah Berubah? Ini Penjelasan Kemendikbudristek

Semarang, suaramdeka.com – Direktur Jenderal PAUD Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ivan Sihril mengatakan belum ada undang-undang baru dalam penerapan UU Seragam Sekolah.

Aturan Seragam Sekolah mengacu pada Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Parmendikbudristek) Nomor 50 Tahun 2022.

Ivan mengatakan, belum ada aturan baru untuk seragam sekolah.

Baca Juga: Nekat, Pria Curi Tabung Gas LPG 3Kg Sambil Pakai Jersey Ozol

Untuk menggunakan pakaian adat sebagai seragam sekolah juga opsional

Ia mengajak pemerintah daerah untuk melihat ekosistem lembaga pendidikannya

Beliau juga mengatakan bahwa hal tersebut tidak wajib, kita menggunakan kata ‘kotak’ yang artinya opsional.

Baca Juga: DPRD Kota Semarang luncurkan Gerbang Harapan untuk menekan angka putus sekolah.

Lebih lanjut ia mengatakan, sesuai kebijakan, pembelian seragam sekolah tidak boleh membebani orang tua dan harus sesuai dengan kemampuan sosial ekonominya.

“Tidak perlu beli yang baru, yang benar-benar harus dicari,” imbuhnya.

Kemendikbud menjelaskan manfaat peraturan seragam sekolah adalah menumbuhkan dan memupuk rasa nasionalisme dan persatuan.

Hal ini juga mencakup peningkatan disiplin dan tanggung jawab dengan meningkatnya kesetaraan tanpa memandang latar belakang sosio-ekonomi.

Saat pertama kali muncul aturan ini, Ketua PGRI Jawa Tengah Mukhi pernah menyoroti salah satu poin dalam permendikbudristek ini, yakni aturan penggunaan pakaian adat sebagai seragam sekolah.

Ia berpendapat, kebijakan ini tidak boleh dibatalkan. Misalnya, menyulitkan orang tua siswa yang kesulitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *