Bandara Ahmad Yani Dicabut Status jadi Bandara Domestik, Tersisa 5 Bandara Indonesia Masih Layani Penerbangan Internasional

PAKAR BERITA – Status dua bandara di Jawa Tengah, Bandara Adisutjipto Solo dan Bandara Ahmad Yani Semarang, resmi ditetapkan sebagai bandara internasional.

Bukan tanpa alasan keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 2024 (KM 31/2004) tentang Penunjukan Bandar Udara Internasional per 2 April 2024.

Artinya, dari 34 bandara di Indonesia, 17 bandara sisanya diturunkan statusnya menjadi bandara domestik.

Baca: Viral! Pesan Noralee Soedito kepada Raphael Streeck usai mencapai semifinal Piala Asia U-23: Tetap aman…

Meski status internasionalnya sudah dicabut, 17 bandara tersebut masih bisa melayani penerbangan internasional sementara.

Ini termasuk acara kenegaraan; Peristiwa internasional meliputi haji, kepentingan ekonomi nasional dan penanggulangan bencana alam.

Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan dan Komunikasi Nomor PM 40 Tahun 2023.

Baca Juga: Setelah 4 Tahun Pacaran, Ryan Vijaya Lamar ke Renty Maria.

Diketahui, hanya ada lima bandara yang menyediakan penerbangan reguler internasional.

Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), I Gusti Ngurah Rai (Bali), Juanda (Surabaya), Sultan Hasanuddin (Makassar) dan Kualanamu (Median).

Hal ini berdasarkan analisis terhadap berkurangnya frekuensi penerbangan internasional di 17 bandara yang dicabut status domestiknya.

Selain itu, Kementerian Perhubungan ingin memanfaatkan sumber daya secara maksimal dan meningkatkan efisiensi operasional bandara.

Baca juga: Belum diketahui penyebab kebakaran di Km 421 Tol Ban Yumanis Ugran.

Fokus pada pengembangan bandara yang layak dan dapat melayani penerbangan internasional secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *