Begini Gambaran Susahnya Menyempurnakan Rekaman Demo John Lennon untuk Proyek The Beatles Anthology

PAKAR BERITA – Awal tahun 1994, 3 anggota The Beatles yang tersisa: Paul McCartney (bass/vokal), George Harrison (gitar/vokal) dan Ringo Starr (drum/vokal) berkumpul di studio Paul McCartney.

Ketiganya ingin menggarap proyek album Anthology yang menandai reuni The Beatles, namun tanpa John Lennon karena ia sudah lama meninggal dalam penembakan penggemar.

Oleh karena itu, setelah upacara Rock and Roll Hall of Fame John Lennon di Amerika, Paul McCartney harus meminta rekaman demo John Lennon dari Yoko Ono.

Baca Juga: Tak Mau Ceroboh! Pelatih Korea Selatan U23 mengatakan Indonesia punya dua keunggulan

Yoko Ono memberikan rekaman demo kepada John Lennon yang terakhir dibuat pada tahun 1977, 3 tahun sebelum kematian John Lennon.

Paul McCartney kemudian mempelajari rekaman demo John Lennon bersama Sean Lennon.

Memang benar kualitas suaranya kurang bagus, namun 3 anggota The Beatles berusaha memperbaikinya.

Baca juga: Media Korea Selatan mengabarkan 5.000 suporter Indonesia akan hadiri pertandingan Indonesia U23, dan stadion tersebut akan menjadi mini Jakarta

Mengutip dari Abbey Road Tribute, Paul McCartney meminta Yoko Ono tidak memaksakan hasil sempurna, namun ketiga anggota The Beatles akan berupaya ke arah itu.

Pada saat proses rekaman berlangsung, George Martin, produser The Beatles, menolak memproduksi rekaman antologi tersebut karena usia dan masalah pendengarannya.

Jeff Lyne dari Electrick Light Orchestra dan rekan seband George Harrison di Wilbury ditunjuk sebagai produser.

Baca juga: LavAni Percaya Diri Hadapi Proliga 2024, Optimis Pertahankan Gelar

Jeff Lyne sendiri merasakan hal yang sama bahwa vokal John Lennon terdengar jelas di tiga rekaman terakhir Beatles: Free As a Bird, Real Love, dan Now and Then.

Faktanya, bagian tersulit adalah rekaman Now and Then karena kualitas rekaman vokal asli John Lennon buruk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *