Berwisata ke Desa Bedono Sayung Demak, Menjelajah Hutan Mangrove hingga Ziarah ke Makam Terapung

DEMAK, PAKAR BERITA – Kawasan Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak terus menghadapi permasalahan lingkungan yang semakin meluas akibat gerusan. Sejak tahun 1996, Desa Bedono terendam air laut antara 10 hingga 30 cm setiap tahunnya (Rob) dan ketinggiannya masih terus meningkat hingga saat ini sekitar 2,5 meter.

Dengan keterbatasan yang ada, Desa Bedono sebenarnya mempunyai potensi untuk mengembangkan wisata alam.

Dari Tourism.demakkab.go.id destinasi wisata menarik yang cukup sering dikunjungi adalah Pantai Morosari, Wisata Religi Makam Mbah Mudzakir, Hutan Mangrove dan Pulau Blekok.

Baca juga: Gilga Sahid Bikin Warga Purwodadi Hebat Konser Lawan Rokok Ilegal

Tak hanya itu, ada juga wisata kuliner bakau seperti habitat Keripik dan Kuntul Besar.

Jangan lupa untuk mencoba menu kepiting marah dan kerang asam manis, serta oleh-oleh khas seperti batik khas Bedono dengan motif pohon bakau dan kerang.

Desa yang hampir terendam inilah yang membuatnya terkenal sebagai desa wisata Kampung Teles karena tidak pernah kering akibat banjir rob.

Di objek wisata Bahari Morosari kita bisa menikmati pantai, naik perahu atau bersantai di gazebo.

Baca juga: Berjalan Kaki dari India ke Borobudur Perhatikan Rencana dan Rute Para Biksu yang Memulai Thudong untuk Merayakan Waisak

Pemandangan indah juga akan Anda saksikan saat melintasi jalur mangrove.

Pilihan wisata religi lainnya adalah singgah di makam Syekh Abdullah Mudzakkir yang populer disapa Mbah Mudzakkir.

Beliau adalah seorang ulama besar yang menyebarkan agama Islam di kawasan pantai Sayung Demak.

Sebelumnya beliau pernah berguru kepada banyak ulama, termasuk Syekh Soleh Darat, dan menetap di Tambaksari sekitar tahun 1900. Bedono menikah dengan Nyai Latifah dan Nyai Asmanah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *