BPS: Nilai Perdagangan RI dengan Iran dan Israel Tak Signifikan, Bukan Mitra Utama di Timur Tengah

PAKAR BERITA – Badan Pusat Statistik (BPS) menilai nilai perdagangan Indonesia dengan Iran dan Israel, dua negara yang sedang berperang, tidak signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Vidyasanti menyoroti angka perdagangan Indonesia dan kedua negara pada tahun 2023.

Nilai ekspor Indonesia ke Iran hanya sebesar US$195,13 juta atau sekitar 2,15% dari total ekspor Indonesia ke Timur Tengah, kata Amalia dalam siaran pers BPS, Senin (22/04/2024).

Baca juga: Jangan Kata Pernah ke Salatiza Kalau Belum Coba Kuliner Ini, Sudah Ada Sejak Tahun 1964

Sedangkan impor Indonesia ke Iran mencapai $11,72 juta atau 0,12% dari total ekspor Indonesia ke Timur Tengah, tambahnya.

Ia juga menambahkan, Indonesia memiliki neraca perdagangan positif dengan Iran sebesar $183,41 juta.

Tiga komoditas utama yang diekspor Indonesia ke Iran antara lain buah-buahan, kendaraan dan bagiannya, serta berbagai produk kimia.

Baca juga: Keputusan MK: Tidak Ada Pelanggaran Penyaluran Bansos di Era Jokowi

Sedangkan impor utama Iran ke Indonesia adalah buah-buahan, bahan bakar mineral, dan bahan kimia organik.

Bagi Israel, nilai ekspor Indonesia mencapai US$165,77 juta pada tahun 2023, yaitu 1,83% dari total ekspor Indonesia ke Timur Tengah.

Sedangkan impor Israel ke Indonesia mencapai US$21,93 juta atau 0,22% dari total impor Indonesia dari Timur Tengah.

Baca Juga: Timnas Indonesia Tembus 8 Besar Piala Asia U23, Eric Thohir: Target Selanjutnya Lolos Olimpiade!

Indonesia juga memiliki neraca perdagangan yang positif dengan Israel.

Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa nilai perdagangan Indonesia dengan Iran dan Israel relatif kecil, tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *