Bukan Lagi Bandara Internasional, Cikal Bakal Bandara di Kota Semarang Bukan Jenderal Ahmad Yani

SEMARANG, PAKAR BERITA – Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang bukanlah bandara pertama di Kota Lumpia.

Bandara yang kini berubah status dari internasional menjadi domestik ini memiliki sejarah panjang dalam industri penerbangan di Indonesia.

Awalnya bandara ini menjadi bandara internasional mulai Agustus 2004.

Saat itu, bandara ini melayani penerbangan langsung dari Semarang menuju Singapura melalui penerbangan Garuda Indonesia.

Namun karena resesi global, rute ini dihentikan oleh maskapai dan diambil alih oleh Batavia Air pada November 2009.

Baca juga: Pilgub Jateng 2024: Hendi Ditanya Soal Partai Pengungsi

4 tahun berjalan, Batavia Air mengakhiri rutenya pada tahun 2013 karena bangkrutnya perusahaan.

Sedangkan perubahan status pada tahun 2024 berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan tahun 2024 tentang Penunjukan Bandar Udara Internasional.

Meski tidak lagi berstatus bandara internasional, namun bandara ini tetap digunakan untuk keperluan tertentu.

Bab ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 40 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 39 Tahun 2019 tentang Tata Tertib Bandar Udara Nasional.

Seperti penerbangan tujuan nasional, kegiatan internasional, embarkasi/debarkasi haji dan umroh, industri pariwisata dan perdagangan, serta penanggulangan bencana.

Baca Juga: Jadwal Acara ANTV 27 April 2024: Ikuti Serial Film One 2 KA 4, Makam Gunung Lugon, Sundel Bolong dan Paku Kuntilanak

Sedangkan untuk Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang rupanya bukan bandara pertama yang ada di Kota Semarang.

Bandara pertama di Semarang bernama Bandara Simongan/Kembang Haroem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *