Cerita Drama Justin Hubner Berburu Waktu 19 Jam Dari Bandara Jepang Langsung ke Qatar Demi Bela Timnas Indonesia U23

QATAR, PAKAR BERITA – Kisah Justin Huebner membela Timnas U23 Indonesia melawan Australia pada laga Piala Asia U23 di Qatar penuh drama.

Bagaimana mungkin Justin Huebner yang baru saja selesai bermain untuk klub Jepang Crezeo Osaka tidak bisa bersantai berlama-lama.

Justin Huebner harus segera pindah ke Qatar karena timnas U23 Indonesia sudah menunggunya.

Baca juga: Pencurinya Kecewa! Niat pencurian BBM eceran ternyata sarat air berwarna

Peran Justin Huebner diperlukan karena Ivar Jenner dan Ramadan Sananta mendapat kartu merah.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga mengungkap bagaimana Justin Huebner yang penuh drama berhasil tampil melawan Australia di Qatar.

“Perkenalan pemain timnas banyak sekali drama yang bisa bikin mual, apalagi AFC U-23 tidak ada dalam agenda FIFA. Salah satu yang paling dramatis adalah perkenalan @justinhubner5 dimana Ketum benar-benar meminta tim meluangkan waktu untuk Justin, mulai dari lobi yang dilakukan Ketum hingga masalah teknis yang terkesan sepele namun sangat menentukan keberadaan para pemain,” tulis Arya di Instagram pribadinya, Sabtu, 20 April 2024.

Baca juga: 6 Rekomendasi Pasar Barang Antik di Indonesia, Salah Satunya di Kota Tua Semarang yang Bikin Liburan dan Wisata Makin Berkesan

Arya mengatakan Justin Huebner menyelesaikan pertandingan Liga Jepang hanya 20-30 menit sebelum pemberangkatan kereta peluru Shinkansen.

Justin Huebner membutuhkan waktu 5 menit untuk sampai ke stasiun sebelum kereta berangkat.

Sebab setelah itu waktu keberangkatan pesawat juga sangat singkat.

Baca Juga: Review Mini Album No 1 The Beatles, Masih Berisi 4 Lagu dari Album Please Please Me

“Tim benar-benar memantau semuanya mulai dari keluar stadion, berjalan menuju stasiun, masuk stasiun, naik kereta menuju bandara, lalu check in di pesawat. Tim juga memantau kondisi Bandara Doha untuk melihat apakah mengalami hal yang sama seperti Bandara Dubai yang terdampak banjir, untungnya tidak,” ceritanya.

Saya hanya harus melalui transit di bandara Manila, Filipina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *