Depresi dan Stres Pemicu Serangan Stroke, Bahagia Menjadi Kunci Regenerasi Saraf, Ini Cerita Indra Bekti

SEMARANG, PAKAR BERITA – Artis sekaligus aktor Bekti Indra Tomo atau lebih dikenal Indra Bekti buka suara usai sembuh dari penyakit stroke.

Suami Aldilla Jelita yang terserang stroke pada Desember 2022 lalu tak sadarkan diri akibat pecah pembuluh darah.

“Semuanya terjadi secara tiba-tiba. Aku tidak ingat apapun tentang kejadian itu. “Tetapi saya akan menceritakan apa yang saya dengar dari saudara dan teman saat kejadian dan selama proses pengobatan,” kata Bekti di LifeTALK “Kunci Menjaga Kesehatan dan Kekayaan di Masa Depan” yang disponsori oleh IFG Life. Bank BTN di lantai 6 Hotel Gumaya, Kamis malam (25 April).

Baca juga: PSIS Semarang ingin mengakhiri laga kandang musim ini dengan bahagia. Kemenangan melawan Persikabo pada tahun 1973 merupakan hadiah yang dijamin

Bekti yang dikenal rendah hati dan selalu penuh kegembiraan mengatakan kepada nasabah BTN Prioritas yang hadir pada pertemuan tadi bahwa dirinya tidak menyangka akan terkena stroke.

Ia mengaku dulu menderita penyakit darah tinggi.

“Nah, darah tinggi itu bisa diturunkan dari bapak. Awalnya saya sering merasakan sakit kepala dan saya pikir itu biasa saja. Minum obat anti sakit kepala, istirahat dan kembali bekerja,” jelasnya.

Baca juga: Ibu Rafael Struick Ternyata Berasal dari Semarang dan Bekerja Paruh Waktu di Perbankan di Belanda.

Penyakit kronis ini membutuhkan banyak waktu untuk berkembang.

Selain itu, Bekti juga menanggung biaya pengobatan senilai Rp1 miliar.

“Ya, dananya sekitar Rp 1 juta untuk berobat. Kami juga akan menjual rumah untuk menyelesaikan semuanya. Kami sekarang tinggal di rumah itu. Memang benar kesehatannya sangat baik,” jelasnya dan penyakit juga mahal.

Baca Juga: Polres Kendal Berikan Dukungan dan Perdamaian Jelang Pilkada 2024, Doa Lintas Agama

Dokter RS ​​Siloam Semarang, Dr. Trianggoro Budisulistyo SpS (K), menjawab tekanan darah tinggi menjadi penyebab pecahnya pembuluh darah Indra Bekti dan stroke.

“Tekanan darah tinggi adalah masalah terbesar. “Darah tinggi banyak menyerang generasi muda karena tidak hanya faktor keturunan, tapi juga gaya hidup yang berkaitan dengan pola makan dan istirahat,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *