Imbas Ceramah Singgung Zakat dan Shalat Umat Islam, Pendeta Gilbert Lumoindang Dilaporkan ke Polisi

JAKARTA, PAKAR BERITA – Polda Metro Jaya memberitakan, Pendeta Gilbert Lumoindong diduga melakukan penodaan agama terkait ceramahnya yang dianggap sindiran terhadap aliran sesat zakat dan salat dalam Islam.

Benar, laporan dugaan penodaan agama diterima pada 16 April 2024, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, kepada Antara, Rabu (17 April 2024).

Pelapor tersebut bernama Farhat Abbas dan laporannya telah terdaftar dengan nomor LP/B/2030/IV/2024/SPKT/Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Pria Lansia Tertabrak Kereta Taksaka – Berikut kronologi kejadiannya

Farhat melaporkan dugaan tindak pidana penodaan agama dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP dalam pengertian Pasal. 156 dan KUHP yang berbunyi: “Perbuatan yang pada hakekatnya bermusuhan, kasar atau tidak terhormat terhadap agama yang dianut di Indonesia.”

Kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan Pendeta Gilbert kini tengah didalami Direktorat Jenderal Reserse Kriminal Kementerian Tata Usaha Negara, Polda Metro Jaya.

Dulu, Pendeta Gilbert mendapatkan popularitas besar di media sosial berkat video klip ceramahnya yang menyinggung topik zakat dan shalat dalam Islam.

Baca juga: Usai Justin Hubner Tempatkan Cerezo Osaka di Puncak Hirarki, Ia Langsung Menyusul Tim U23 ke Qatar

Dalam ceramahnya, Gilbert membandingkan zakat umat Islam sebesar 2,5 persen dan zakat umat Kristen sebesar 10 persen.

Ia kemudian bertemu dengan Jusuf Kall, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), untuk meminta maaf atas kebingungan yang ditimbulkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *