Ingat!!! Batik Motif Parang Jangan Dipakai di Acara Pernikahan, Karena Punya Filosofi Berikut Ini…

PAKAR BERITA – Batik memiliki kedalaman filosofis yang memperkaya pemahaman budaya dan kearifan lokal.

Motif batik parang memiliki nilai dan makna yang dalam, dan pelarangan penggunaannya pada acara pernikahan tertentu menunjukkan penghormatan terhadap tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa.

Setiap motif batik mempunyai sejarah dan makna tersendiri sehingga memperkaya warisannya sebagai bagian dari warisan budaya takbenda.

Baca Juga: Usai Putusan MK, Gibran Masih Tunggu Arahan Prabowo Subianto: Lucu Gak Kalau Diterbitkan Sekarang…

Batik ditetapkan sebagai warisan budaya “takbenda” Indonesia oleh UNESCO.

Tanggal 2 Oktober adalah Hari Batik Nasional.

Batik Indonesia dikenal erat kaitannya dengan representasi adat dan budaya berbagai daerah.

Pakaian batik print sangat digemari terutama untuk acara pernikahan.

Baca Juga: Hari-hari Smanda Kartini, membuka lembaran baru dengan cahaya terang

Alasannya berbeda-beda dan setiap daerah mempunyai ciri khas dan kekhasannya masing-masing.

Namun ada satu motif yang dianggap tabu untuk dikenakan di pesta pernikahan. Ya, motif batik parang.

Di pernikahan Kaesang dan Erina kemarin, para tamu dilarang mengenakan batik bermotif parang.

Baca Juga: Idul Fitri Jadi Pendongkrak Silaturahmi Politik, Pengamat Komunikasi: Demokrasi akan terus ditegakkan

Pasalnya, menurut perwakilan keluarga, larangan tersebut datang langsung dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *