Ketentuan Baru Peraturan OJK Nomor 5 Tahun 2024, Penguatan dan Pengawasan Persoalan Perbankan

PAKAR BERITA- Peraturan baru Badan Pengawas Jasa Keuangan Nomor 5 Tahun 2024 yang baru diharapkan dapat memperkuat industri perbankan.

POJK 5/2024 tentang Penetapan dan Penanggulangan Situasi Pengawasan Bank Umum dalam Rangka Penguatan Pengawasan dan Penyelesaian Permasalahan di Sektor Perbankan.

Direktur Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan POJK 5/2024 merupakan perubahan dan pembaharuan terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pembangunan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Baca Juga: Nasib Anies-Muhaimin Disamakan Tiga Koin, MK Tolak Klaim Ganjar-Mahfoud: Prabowo-Gibran Lebih Baik

Dijelaskan, peraturan perundang-undangan POJK 5/2024 memuat empat ketentuan pokok, yakni penetapan mekanisme pembaharuan sistematik bank dan koordinasi antar lembaga.

Lembaga Penjamin Simpanan (DIC) antara lain mendefinisikan status dan kegiatan pengawasan bank dalam rangka penyelesaian perbankan, rencana aksi pemulihan dan pembentukan bank perantara.

“CFP juga mengatur koordinasi antarlembaga dan memperkuat kapasitas kelembagaan di bidang keuangan, khususnya perbankan,” kata Dian Ediana Rae.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Pantai di Rembang, Inilah Tempat Terbaik Menikmati Sunset dan Sunrise

Kami berharap melalui POJK ini, potensi permasalahan perbankan dapat dihindari atau ditemukan dan diselesaikan dengan lebih cepat.

Ketentuan ini penting untuk mencegah ketidakstabilan situasi geopolitik global yang dapat mengganggu perekonomian dan aktivitas perbankan nasional. Kami berharap dengan diterbitkannya POJK ini, perbankan akan terus mendukung perekonomian nasional dan menjaga kepercayaan masyarakat.

POJK 5/2024 juga diharapkan dapat memberikan landasan yang kokoh bagi industri perbankan Indonesia untuk cepat beradaptasi dengan kompleksitas dinamika makroekonomi dan keuangan.

Baca Juga: Sedikit yang tahu cara menambahkan musik ke bio Instagram, yuk cari tahu di sini

Ketentuan ini berlaku bagi seluruh bank umum, bank konvensional dan bank syariah, termasuk cabang bank asing***.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *