Kinerja Tumbuh Positif, Penerimaan APBN Jawa Tengah Hingga 31 Maret 2024 Capai Rp26,39 Triliun

SEMARANG, PAKAR BERITA – Indikator perekonomian dalam negeri terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil.

Di tengah ketidakpastian perekonomian global, efektivitas APBN dan APBD tetap optimal sebagai shock absorber untuk mengantisipasi gejolak yang muncul dan menjaga stabilitas perekonomian nasional dan regional.

Pada Maret 2024, Jawa Tengah mencatat inflasi sebesar 0,60 persen (mtm), meningkat 0,57 persen dibandingkan Februari 2024.

Juru Bicara Kementerian Keuangan Jawa Tengah Tri Wahyuningsih Retno Mulyani mengatakan, penyumbang inflasi terbesar adalah kenaikan belanja makanan, minuman, dan produk tembakau sebesar 9,08 persen.

Baca juga: Jumlah Uang Beredar Meningkat di Maret 2024, Pertanda Perekonomian Indonesia Makin Sehat

“Pemerintah terus melakukan stabilisasi harga pangan khususnya beras menjelang libur Idul Fitri 1445 H,” kata Tri Wahyuningsih yang juga Kepala Kanwil DJKN Jateng dan DIY.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb Jawa Tengah Muhdi angkat bicara mengenai perkembangan kinerja keuangan daerah pada triwulan I tahun 2024, APBN mencatat kinerja yang baik pada periode tersebut.

“Pendapatan APBN Jateng sampai dengan 31 Maret 2024 mencapai Rp26,39 triliun (22,04% dari target), dan realisasi belanja APBN mencapai Rp26,95 triliun (24,36% dari pagu),” kata Muhdi saat ditemui langsung ALCo. daring, Jumat 26 April 2024

Baca Juga: Cita Rasa Mangga Indonesia di Negeri Sakura! Ekspor perdana Gedong Gincu ke Jepang mendatangkan Rp 140 miliar

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil DJP Jateng I Max Darmawan, Kepala Kanwil DJP Jateng II Slamet Sutantyo, Kepala Kanwil DJBC Jateng dan DIY Ahmad Rofik serta Tenaga Ahli setempat. Jawa Tengah Wahyu Widodo.

Ia menambahkan, angka pendapatan terus tumbuh positif didukung oleh indikator aktivitas perekonomian yang baik.

Penerimaan perpajakan terdiri dari penerimaan perpajakan, kepabeanan, dan cukai dengan penerimaan pajak yang dilaporkan sebesar Rp10,16 triliun (18,86% dari target) dan penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp14,34 triliun (23,59% dari target).

Baca Juga: Surplus APBN Capai Rp 8,1 Triliun di Maret 2024, Pemerintah Tetap Optimis Pemulihan Ekonomi Lebih Lanjut

Penjualan PNBP mencapai Rp1,89 triliun (37,03% dari target), meningkat secara nominal sebesar 3,99% (YoY).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *