Kisah Ironi Kartini Melawan Tradisi, jadi Korban Jerat Praktik Poligami

PAKAR BERITA – Kisah Kartini telah memberikan inspirasi dan inspirasi bagi bangsa.

Ia melawan tradisi lama yang menindas perempuan, namun mati dalam perangkap poligami.

Kartini mengungkapkan keprihatinannya atas penderitaan perempuan yang terjebak dalam pernikahan poligami.

Menurutnya, banyak perempuan yang menentang praktik tersebut, namun mereka lemah karena hukum agama Islam membolehkannya.

Baca juga: Sedjenak Koffie, Kafe Permata Tersembunyi di Kota Tua Semarang untuk menikmati secangkir kopi dalam suasana santai dan nyaman.

Dalam buku karya Elisabeth Keesing, Betapa Besar Sangkar: Kehidupan, Tulisan, dan Karya Kartini (1999), kekesalan Kartini terhadap Snouck Hurgronje, penasihat pemerintah Hindia Belanda bidang agama Islam, dipaparkan.

Ia juga merujuk pada suratnya kepada Stela Zeehandelar pada tanggal 23 Agustus 1900.

Menurut pemberitaan dari Paraguay, Kartini saat itu menentang banyak undang-undang yang merugikan perempuan, seperti praktik perceraian, perkawinan anak, dan mempelai pria.

Baca Juga: Antam-UBS Belum Turun, Harga Akan Naik! Demikian berita terkini harga emas Pegadaian Minggu 21 April 2024

Kartini mengatakan, iman adalah proses mengenal Tuhan yang maha pengasih dan maha pengasih.

Ia percaya bahwa Tuhan adalah “Bapak seluruh ciptaan”, apapun agamanya, baik itu Kristen, Islam, Budha, Yudaisme, atau lainnya.

Pandangan Kartini terhadap agama mencerminkan sifat filantropisnya. Ia melihat nilai-nilai baik dalam semua agama.

Baca Juga: 30+ Ucapan Hari Kartini 2024 Penuh Semangat Kemerdekaan, Cocok Dijadikan Caption Instagram Atau WhatsApp

Ia percaya bahwa perdamaian dan kebahagiaan harus diberikan kepada semua orang dan tidak digunakan sebagai instrumen kekerasan dan nafsu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *