Kurs Dolar AS Terus Naik, Pengusaha Angkutan Penyeberangan Minta Pemerintah Sesuaikan Tarif

JAKARTA, PAKAR BERITA – Kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah belakangan ini menyebabkan kenaikan biaya operasional angkutan penyeberangan.

Nilai 1 dolar AS mencapai Rp. 16.265 akan menyebabkan angkutan penyeberangan mengalami kesulitan dalam melakukan keselamatan operasional dan kenyamanan pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Akibat tarif angkutan penyeberangan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Kelautan dan Investasi (Kemenko Marves) kini tertunda.

Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Saka Dana Mulia, LPS Pastikan Simpanan Nasabah Dibayar Sesuai Ketentuan

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Tarif dan Usaha Gabungan Pengusaha Nasional Transportasi (Gapasdap) Sungai Danau Ir Rahmatica Ardianto MSc, Jumat 19 April 2024.

Menurut dia, kenaikan nilai tukar dolar AS akan semakin menyulitkan operator angkutan penyeberangan untuk mematuhi normalisasi tersebut.

Terutama disebabkan oleh rate lag dan penguatan mata uang asing terhadap rupee.

Baca Juga: Antam, UBS Perkuat Akhir Pekan, Cek Detail Harga Emas Pegadaian Terbaru, Sabtu 20 April 2024

Faktanya, sebagian besar biaya operasional kapal feri sangat dipengaruhi oleh nilai tukar, termasuk suku cadang, bahan bakar dan komponen biaya lainnya.

Dia mengungkapkan, saat ini kondisi tarif angkutan penyeberangan mengalami kelangkaan sebesar 31,8 persen, dari tiga tahun terakhir di atas 40 persen.

Selain itu, kenaikan harga BBM dua tahun lalu tidak dibarengi dengan kenaikan tarif sebagaimana mestinya saat itu.

Baca juga: Angkringan Kembang Ungaran Sensasi Makan Angkringan di Tengah Kebon Kembang Kabupaten Semarang

“Dan Pemerintah menaikkan tarif angkutan penyeberangan secara bertahap, kuota sebesar 15 persen pada tahun 2001 dan tahap kedua sebesar 5 persen pada tahun 2022, sehingga tarifnya masih jauh di atas 30 persen,” kata Rahmatica.

“Jadi dalam tiga tahun terakhir beberapa anggota Gapasdap bangkrut dan digantikan oleh operator baru lainnya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *