Mantap! Alat Mesin Pertanian Nasional Tembus Pasar Ekspor di Afrika dan Eropa

PAKAR BERITA- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong terbukanya akses produk industri nasional, khususnya mesin pertanian, ke pasar ekspor.

Forum Bisnis Indonesia-Maroko tentang Penguatan Kerja Sama Industri merupakan upaya memperluas akses pasar di Eropa dan Afrika.

Acara ini merupakan agenda Salon International de l’Agriculture au Maroc (SIAM) Meknes ke-16 yang digelar di Meknes, Maroko.

Baca Juga: Gedung Tua Peninggalan di Jalan Diponegoro Kota Salatiga Disulap Jadi Kantor Perbankan Modern, BCB Bernuansa Klasik

Kementerian Perindustrian dan KBRI Rabat memberikan bantuan produk mesin pertanian Indonesia kepada perusahaan tersebut, kata Sekretaris Direktorat Jenderal Logam, Mesin, Alat Angkut dan Elektronika (ILMATE), Sopar Halomoan Sirait, di Casablanca, Maroko, Kamis ( 25/4). masyarakat di Maroko, khususnya mereka yang bergerak di sektor agribisnis.

Pertama adalah Confederation Generale Des Entreprises Du Maroc (CGEM) sebagai perkumpulan para pebisnis di Maroko dan Center for the Development of Islamic Commerce (ICDT) yang merupakan organisasi dengan misi mempromosikan perdagangan dan investasi di negara-negara Organisasi tersebut. Konferensi Islam (OKI) yang berpusat di Casablanca,” kata Sopar, dilansir dari kemenperin.go.id.

Baca juga: Fakta Menarik Jelang Tim Indonesia dan Korea Selatan di Perempat Final Piala Asia U-23 2024: Garuda Muda Lebih!

Selanjutnya terdapat asosiasi eksportir dan importir Maroko, serta pelaku usaha penting di Maroko.

Sementara dari Indonesia, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Alat dan Mesin Pertanian Indonesia (ALSINTANI), perwakilan PT. Golden Agin Nusa dan perwakilan PT. Primapur Indo Baja.

Sopar mengatakan, industri alat dan mesin pertanian merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam mendukung penguatan implementasi strategi pertanian nasional.

Baca juga: Raih Rp 15,98 Triliun, BRI Fokus Atasi Tantangan Domestik Lewat Pemberdayaan UMKM

“Industri mesin dan peralatan pertanian juga dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB nasional sebesar 10 persen,” ujarnya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko Hasrul Azwar mengatakan Maroko memiliki potensi kerja sama dengan Indonesia di bidang mesin pertanian.

Sebab, Maroko menjadikan aktivitas pertanian sebagai penyumbang utama pertumbuhan ekonominya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *