Menag Berikan Hak Santri Sebagai Warga Negara Terpelajar, Pengembangan Mutu Pesantren Diakselerasi

JAKARTA, PAKAR BERITA – Proses peningkatan kualitas baik sivitas akademika maupun sumber daya manusia (SDM) pesantren terus mengalami perluasan.

Kementerian Agama (Kemenag) juga memberikan hak kepada siswa sebagai warga negara terpelajar sehubungan dengan PNS lulusan Mahad Ali.

Menteri Agama (Menag) Yakut Cholil Kumas pun meminta Majelis Masyaih bekerjasama memperjuangkan hak-hak peserta didik dalam peta potensi yang dimilikinya.

Gus Yaqut juga membenarkan pendirian pesantren yang akan tersebar di masyarakat. Sementara kontribusi positif pesantren banyak yang tidak terungkap dan isu yang diangkat pun sedikit.

Baca Juga: Menteri Agama terbitkan surat edaran yang meminta para penasihat agama dan Pengulu mendukung empat program penting pemerintah, salah satunya stunting.

Hal ini merupakan permasalahan yang perlu dipisahkan dan dipecahkan agar lulusan pesantren dari berbagai kalangan dan sektor masyarakat dapat dikenali.

Nantinya kami akan mengadakan wadah bagi para ustadz Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan direktur Mahad Ali sebagai upaya kerjasama antar lembaga pendidikan di bawah kepemimpinan Kementerian Agama, kata Gus Yakut di Jakarta. .

Sementara itu, Plt. Dirjen Pendidikan Islam Aburahmad mengatakan pesantren adalah sekolah Islam yang diakui negara dan hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Baca Juga: Skuad Lengkap Indonesia U23 Hadapi Korea Selatan di Perempat Final Piala Asia U23, Ini Skuad Sepuluh Orang Pertama.

Oleh karena itu, penting bagi pesantren untuk memiliki sekolah yang lahir dari pesantren itu sendiri untuk bergabung dengan pemerintah dalam memajukan moralitas dan menjaga isolasi sosial.

Oleh karena itu, Departemen Pendidikan Islam bekerja sama dengan lembaga penjaminan mutu pesantren, Dewan Masaikh, melakukan pengawasan terhadap Departemen Pendidikan Usia Dini dan Pondok Pesantren, kata Abu Rohmad dalam pertemuan persahabatan dengan Dewan Masaikh dan Kementerian. Urusan Dalam Negeri Tajikistan. Agama pada Rabu (24/4) di ruang pertemuan Jurusan Pendidikan Islam.

Ketua Majelis Masyaikh H. Abdul Ghafar Rozin yang juga Pembina Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen Margoiso Pati atau akrab disapa Gus Rozin mengatakan, konferensi ini akan menjadi ajang pertama untuk mensosialisasikan keberadaan pesantren. sekolah.

Baca Juga: Bersama Nathan Tjoe-A-On, Begini Nasib Timnas U23 Indonesia Saat Melawan Korea Selatan di Babak 16 Besar Piala Asia AFC 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *