Realisasi KUR di Jateng Capai Rp9,81 Triliun, Ini Wilayah Terbesar dan Terkecil Penyaluran Kredit Program

SEMARANG, PAKAR BERITA- APBN merupakan alat untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pengeluaran pemerintah juga ditujukan untuk meningkatkan daya saing UKM, salah satunya pembiayaan proyek.

Tujuan dari subsidi bunga pembiayaan Kredit Badan Usaha Milik Negara (KUR) adalah agar UKM lebih kompetitif dalam mengembangkan usaha besar.

Baca Juga: Gilka Zahid Akui Happy Asmara Adalah ‘Pacarku’ Netizen Bingung Soal Tanggal Resepsinya.

Muhdi, Kepala Kantor Wilayah DJPb Jawa Tengah, mengatakan hingga 31 Maret 2024, penyaluran pinjaman program tersebut telah mencapai Rp9,97 triliun.

Jumlah tersebut disalurkan kepada 251.000 debitur.

Realisasi KUR sebesar Rp9,81 triliun kepada 218.000 debitur meningkat 69,19 persen (y/y), kata Muhdi, Jumat, 26 April 2024.

Ia menambahkan, penyaluran KUR tertinggi ada di Kabupaten Pati sebanyak Rp690,40 miliar yang disalurkan kepada 14.889 debitur.

Baca Selengkapnya: Kontroversi sepatu R10 juta yang dibayar R31,8 juta sudah berakhir! Demikian penjelasan Direktur Jenderal Bea dan Perlindungan Keuangan.

Sedangkan yang terkecil berada di Magelang dengan total penyaluran debitur sebesar Rp37,45 miliar/801 debitur.

Realisasi UMi mencapai Rp160,92 miliar 32.000 piutang, turun 22,76 persen (y/y).

Penyaluran UMi terbesar terjadi di Kabupaten Jepara dengan total Rp13,1 miliar yang disalurkan kepada 2.563 debitur.

“Pembagian terkecil ada di Magelang, Rp 608,5 juta kepada 146 debitur,” jelas Muhdi dalam pertemuan ALCo yang dihadiri Tri Wahyuningsih Retno Mulyani, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Tengah. Selaku Kepala Kanwil DJKN Jawa Tengah

Baca Juga: Sinopsis Film Beirut, Bioskop Trans TV 26 April 2024: Penyelamatan Mantan Rekannya yang Diculik Kelompok Bersenjata di Beirut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *