Semangkuk Wedang Ronde Jago Bagai Pelukan Hangat, Tradisi Kuliner Salatiga Sejak 1960, Kunci Kelezatan Ada pada 4 Bahan Ini

SALATIGA, PAKAR BERITA – Di iklim Salatiga yang dingin, semangkuk wedang ronde panas ibarat pelukan, kenyamanan.

Toko Ronde Jago berdiri kokoh di Jalan Sudirman No. 9 tahun 1960, saksi bisu perjalanan cita rasa yang tak lekang oleh waktu.

Terletak di belakang Sate Sapi Suruh, kawasan Pasar Raya Salatiga, Ronde Jago tidak terlihat mengesankan.

Baca Juga: PDIP Kota Semarang Bersiap Terima Calon Wali Kota Pilkada 2024, Perhatikan Langkah-Langkahnya

Namun bagi pecinta kuliner, kedai ini bagaikan harta karun yang terpendam.

Gaya uniknya menguasai toko dan cita rasa legendarisnya menarik pengunjung dari seluruh penjuru.

Di meja yang tertata rapi, para tamu menikmati asyiknya wedang ronde.

Ronde Jago tidak hanya menawarkan cita rasa yang menggugah selera, namun juga cerita yang menarik.

Baca Juga: Lilo Belanda, Pelatih Justin Minta SC Heerenveen Lepas Lagi Nathan Tjoe ke Timnas U23

Dahulu warung ini dirintis oleh kakek Airlangga, Setia Darma Putra, pemilik saat ini.

Pada awalnya toko ini merupakan toko jamu sederhana, dan baru kemudian berkembang menjadi toko ronde legendaris.

Selama lebih dari 50 tahun, Ronde Jago setia pada tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Peluncuran dari Kabar Baik dari Indonesia. Angga, pemilik generasi keempat, menjelaskan bahwa kunci cita rasa roti gulung mereka terletak pada empat bahan dasar yang tidak dimiliki oleh satu roti gulung pun.

Baca Juga: Berikut Profil Tiga Hakim MK yang Ajukan Dissenting Opinion dalam Perdebatan Hukum Hasil Pilpres

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *