Tak Bisa Diselamatkan, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Saka Dana Mulia Kudus, Nasabah Diminta Tenang

Semarang, PAKAR BERITA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya mencabut izin usaha PT BPRS Saka Dana Mulia di Kecamatan Kuds.

Berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisi OJK Nomor KEP-36/D.03/2024 tanggal 19 April 2024, telah terjadi pembatalan izin usaha PT BPRS Saka Dana Mulia di Lapangan Ruko Pramuka Distrik Bay Kuds.

Kepala OJK Jawa Tengah Sumarjono mengungkapkan, pencabutan izin usaha PT BPRS Saka Dana Mulia merupakan bagian dari langkah regulasi OJK untuk melindungi dan memperkuat industri perbankan serta melindungi nasabah.

Baca Juga: Cek Prakiraan Cuaca Kota Semarang Sekitar Akhir Pekan 20 April 2024: Berawan, Kemungkinan Hujan di Salatiga

Diketahui, OJK pada 10 April 2023 menetapkan PT BPRS Saka Dana Mulia sebagai bank yang sedang direstrukturisasi karena kondisi kesehatannya yang buruk (TKS).

Selain itu, pada 12 Januari 2024, OJK menugaskan PT BPRS Saka Dana Mulia untuk mengawasi keputusan bank tersebut.

“OJK telah memberikan waktu kepada Dewan Komisaris dan Komisaris BPRS serta pemegang saham sesuai aturan untuk melakukan restrukturisasi bank, khususnya mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan permodalan dan likuiditas yang semakin parah,” kata Sumarjono.

Baca Juga: Kanwil Kemenag Jateng Tangani Kepulangan Penumpang ke Jakarta dan Bandung dengan 20 Bus Gratis

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Badan Jasa Keuangan Nomor 2823 tanggal 29 Desember 2023 tentang Identifikasi dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank Ekonomi Rakyat dan Bank Ekonomi Rakyat Syariah.

Namun yang jelas, Direksi BPRS dan Dewan Komisaris serta pemegang saham BPRS tidak melakukan upaya untuk menghidupkan kembali BPRS.

Oleh karena itu, OJK mempercayakan pembuangan tersebut kepada Lembaga Penjamin Simpanan untuk memutuskan menyelamatkan BPRS atau tidak.

Anggota komisi pada tanggal 4 April 2024 dalam keputusan PT BPRS tentang pelunasan surat keputusan bank no. Berdasarkan salinan 61/ADK3/2024, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) belum mengambil keputusan. PT BPRS telah meminta Saka Dana Mulia memberikan jaminan dan meminta OJK mencabut izin usaha BPRS.

Baca Juga: Laga Langsung Red Sparks, Pelatih Pedro Blilipali Indonesia All Stars dan Megawati Skorsing Daftar Pemain

Berdasarkan keputusan LPS dan Pasal 19 POJK di atas, OJK mencabut izin usaha PT BPRS Saka Dana Mulia berdasarkan keputusan pengurus Komisi OJK di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *