Ternyata Pendapatan Masyarakat Indonesia Nggak Sebanding dengan Gaya Hidup, Pengaruh Gengsi?

JAKARTA, PAKAR BERITA – Pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan menjadi indikator penting untuk menilai tingkat pembangunan suatu negara.

Berdasarkan kutipan akun Instagram Infoblora, terdapat perbedaan signifikan dalam gaya hidup negara maju dan berkembang.

Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, kemajuan teknologi dan industri.

Baca Juga: Sini! 6 oleh-oleh dari Jalur Pantura Salatiga Semarang saat lebaran

Berdasarkan data, pendapatan masyarakat Indonesia rata-rata sebesar Rp5,1 juta, namun jika dilihat dari gaya hidup, justru lebih tinggi yaitu Rp7 juta.

Hal serupa juga terjadi di Brasil, dengan pendapatan Rp6,2 juta namun gaya hidup Rp10 juta.

Atau di Pakistan penghasilanmu Rp 2,2 juta tapi gaya hidupmu Rp 5,1 juta.

Detailnya: Nikmati secangkir kopi di istana yang indah dan nikmati mewahnya pemandangan persawahan tak jauh dari kota Semarang.

Gaya hidup ini mencakup banyak elemen seperti makanan, fashion, transportasi dan hiburan.

Gaya hidup tinggi ini terjadi karena merupakan simbol status dan kehormatan dalam masyarakat.

Di akun @pernah_jomblo: “Bukan kehidupan mewah, kehidupan rendahan????”

Baca Juga: Piala Asia U23, Ini starting line-up Indonesia U23 melawan Qatar. Nathan Tjo menjadi pemain pengganti

Akun @__fahrurrozi__ mengatakan: “Penghasilan kami sangat rendah.”

“Indonesia itu bukan gaya hidup mewah. Memang betul kita kurang makan. Alhamdulillah. Di sini di Malaysia, masih banyak keluarga yang menyewa mobil, sepeda motor, sepeda motor listrik, tidak masak, kadang tidak mau. Tapi mereka tinggal di negara ini,” katanya. Haruskah aku membelinya?’ tulis @purna_irawan14.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *