Women Ecosystem Catalyst Gelar Bootcamp di Solo, Berikan Proses Mentoring untuk 20 Womenpreneur Siap Menghadapi Dunia Bisnis

SURAKARTA, PAKAR BERITA – Women Ecosystem Catalyst (WEC) selenggarakan Offline Business Capture 2024 di Hetero Space Solo.

20 pengusaha perempuan yang terdiri dari perempuan papan atas, pelajar dan perempuan pengusaha dipilih untuk berpartisipasi dalam kamp pelatihan ini.

Boot Camp Katalis Ekosistem Wanita akan diselenggarakan pada tanggal 22-24 April 2024.

Baca Juga: 10 Tempat Makan di Salatiga yang Akan Menginspirasi Anda, Kota Ini Merupakan Kota Tertua di Pulau Jawa!

Selama tiga hari, peserta akan belajar tentang produk komersial, manajemen bisnis, branding, pemasaran, dampak bisnis terhadap lingkungan, serta masyarakat dan keuangan.

Acara ini diselenggarakan oleh Sampoerna untuk Indonesia bersama dengan Asosiasi Imajinasi Penaja Mula dan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Cari Rp 8,75 Miliar, Badan Air Perumada Tirto Panguripan Kendra Minta Diusahakan

Ketua proyek Women Ecosystem Catalyst (WEC), Agung Pambudi mengatakan, Women Ecosystem Catalyst (WEC) 2024 ini spesial karena untuk pertama kalinya Women Ecosystem Catalyst (WEC) berkolaborasi dengan Penaja dan Sampoerna untuk Indonesia. Ikatan Mula Imajinasi dan UKM Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah.

“Kami berharap proyek ini dapat menjadi jalan bagi perempuan pengusaha di seluruh Indonesia untuk mengembangkan diri dan mengembangkan usahanya,” ujarnya, Rabu 24 April 2024.

Baca juga: Sagitarius Bawa Kebahagiaan, Libra Hindari Makan Malam, Capricorn Sibuk Pekerjaan, Taurus Nikmati Liburan di 25 April 2024

Bootcamp ini mempertemukan 20 pakar perempuan dari seluruh Indonesia.

Setelah itu akan dilakukan penyuluhan permodalan hingga hari terakhir penerimaan pada bulan Juni 2024.

CEO Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddie S. Bramianto mengatakan, acara ini dapat menjadi peluang bagi perempuan segala usia di Indonesia yang ingin memiliki usaha atau ingin mengembangkan usahanya.

Baca juga: Meski Kota Semarang Kota Terbesar, Kecamatan Semarang Timur dan Gyamsari Ternyata Tak Ada SMA Negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *